Home Nasional Ali Taher Berikan Solusi Terkait Revitalisasi Kewenangan Konstitusional DPD RI 

Ali Taher Berikan Solusi Terkait Revitalisasi Kewenangan Konstitusional DPD RI 

0
SHARE
Ketua Komisi VIII DPR RI, M. Ali Taher saat menjadi Narasumber pada Acara Seminar Nasional Revitalisasi Kewenangan Konstitusional DPD RI, di Jakarta. Foto : sr

Tangerangpos.com, Jakarta  – Ada tiga isu pokok dalam Revitalisasi Kewenangan Konstitusional DPD RI,  pertama tentang Kesetaraan, kedua tentang mekanisme pembahasan dan yang terakhir pencabutan Perppu yang berkaitan dengan bidang DPD RI.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, M. Ali Taher saat menjadi Narasumber Seminar Nasional, Revitalisasi Kewenangan Konstitusional DPD RI di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (15/08/2017).

“Tiga isu Pokok terkait revitalisasi Peran dan fungsi DPD RI, pertama, Kesetaraan RUU yang diajukan DPD RI dengan RUU yang diajukan DPR RI atau Presiden. Kedua, Mekanisme pembahasan oleh DPR RI, DPD RI dan Presiden (tripartit), Ketiga, DPD RI dapat mengajukan pencabutan Perppu yang berkaitan dengan bidang DPD RI, ” Terang Anggota DPR RI Dapil Banten III Tersebut.

Ali juga menjelaskan bahwa kewenangan Konstitusional DPD RI saat ini sangat terbatas,  dan tidak memiliki peran strategis dalam kewenangan Konstitusional.

“Kewenangan Konstitusional DPD RI saat ini adalah,  dapat mengajukan kepada DPR RI RUU yang menyangkut Otonomi Daerah, Hubungan Pusat-daerah, pembentukan dan penggambugan daerah, ikut membahas RUU yang menyangkut Otonomi Daerah, Hubungan Pusat-daerah, pembentukan dan penggambugan daerah, serta melakukan Fungsi Pengawasan terhadap hal tersebut, ” papar Ali.

Oleh karena itu, Ali berharap DPD RI dapat melakukan langkah – langkah konstruktif dalam upaya merevitalisasi kewenangan Konstitusional DPD RI tersebut.

“Strategi Revitalisasi DPD RI dapat dilakukan dengan cara, Amandemen Ke-5 UUD 1945, Penyusunan RUU tentang DPD RI tersendiri, dan terakhir tindaklanjut keputusan MK tentang Kewenangan DPD RI,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu turut hadir peneliti senior LIPI Prof. Dr. Siti Zuhro. (ayu)