Home Nasional Mendengar Kabar Ardiansyah, Ketua Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher Menangis

Mendengar Kabar Ardiansyah, Ketua Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher Menangis

0
SHARE
Ketua Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher Menangis saat membaca berita Ardiansyah, anak penderita Hidrosefalus. Foto : Tangerangpos

TangerangPos.com, Kota Tangerang –  Kabar mengenai Ardiansyah (10) anak penderita Hidrosefalus yang dengan cepat menjadi viral di media elektronik lokal, nasional bahkan internasional mendapatkan respon dari Ketua Komisi VIII DPR RI, DR. M. Ali Taher.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Banten III (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) menyampaikan keprihatinan yang mendalam.

“Kasus yang menimpa ananda Ardiansyah, saya sangat prihatin, karena Pelayanan kesehatan menjadi tugas dan tanggungjawab negara yang di tujukan pada warganegaranya dan tidak boleh di tolak di rawat di Rumah Sakit manapun, swasta atau pemerintah dan harus mendapatkan perawatan yang layak, ” tegas Ali saat ditemui Tangerangpos.com dikediamanya. Senin (18/09/2017).


Terkait dengan respons Fasilitas Kesehatan BPJS, Politisi PAN tersebut meminta agar tidak boleh mendiskriminasikan pelayanan kesehatan.

” BPJS itu berlaku dalam keadaan normal, sedangkan dalam keadaan darurat, Rumah Sakit harus segera merespon, apapun jenis penyakit pasien, apalagi Ardiansyah sudah terlalu lama menderita, ” tambah Ali dengan Nada sendu.

Mengenai lambanya peran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik administrasi apalagi mengenai kesehatan, Ali menegaskan tidak perlu perintah atasan, hanya perlu emphaty saja.

” Penanganan kesehatan pada fakir miskin dengan empathy, berarti tanda hadirnya negara untuk melayani rakyat, Jika engkau mencintai di bumi, maka di langitpun akan menyayangimu, jangan biarkan tangisan rakyat banyak tejatuh, ” pungkas Ali sambil mengusap air matanya.

Ali berencana dalam waktu dekat akan mengunjungi Ardiansyah.

Diberitakan sebelumnya, Warga Kampung Galeong Kelurahan Margasari Kecamatan Karawaci,  Ardiansyah menderita penyakit Hidrosefalus selama 10 tahun dan belum pernah mendapatkan perwatan medis secara memadai, hingga akhirnya tim Reaksi Cepat FORWAT membawanya ke RSUD Kota Tangerang. (tagor)