Home Banten Tegas, Bupati Tangerang Minta Summarecon Hentikan Kegiatan Penyodetan Sungai Cisadane 

Tegas, Bupati Tangerang Minta Summarecon Hentikan Kegiatan Penyodetan Sungai Cisadane 

0
SHARE
Bupati Tangerang, H. Ahmed Zaki Iskandar, B. Bus. Foto : ist

​TangerangPos.com, Kabupaten Tangerang – Aksi ‘penyegelan’  Sodetan Sungai Cisadane di desa Cihuni yang dilakukan oleh sejumlah Aktivis Lingkungan Hidup yang tergabung dalam Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH)  dan Cisadane Ranger Patrol (CRP), ditanggapi serius oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar dan akan menghentikan segala aktivitas penyodetan tersebut.

“Sudah kami layangkan surat laporan ke balai besar dan kami juga sudah layangkan surat ke Summarecon untuk menghentikan segala aktivitas sodetan tersebut, ” ungkapnya. Rabu, (15 /11 /2017).

Ditanya terkait apakah nanti akan ada tindakan berupa penyegelan dilokasi sodetan tersebut oleh Satpol PP Kabupaten Tangerang, Bupati  tegaskan bahwa pihaknya akan menggelar rapat koordinasi terlebih dahulu.

“Hari ini (15/11 /2017) akan di rapat kan dengan Kepala Dinas Bina Marga, untuk sementara Camat dan Satpol PP Kecamatan Pagedangan yang bergerak terlebih dahulu, ” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Sejumlah Aktivis Lingkungan Hidup yang tergabung dalam Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH)  dan Cisadane Ranger Patrol (CRP) mengecam keras pembangunan Sodetan Sungai Cisadane oleh Summarecon Serpong, yang muaranya persis berada dibawah Jalur Pipa Gas Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang.

“disaat kita terus suarakan penolakan sodetan Ciliwung-Cisadane, eh kita malah temukan pekerjaan sodetan Cisadane oleh Summarecon, kita kecam keras dan tolak, karena diduga belum Kantongi izin dari BBWSC, ” ungkap Denny Trie Permana, Koordinator Aksi. Selasa, (14/11/2017).

Selain karena disinyalir belum memiliki izin dari Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane Ciliwung (BBWSC), sodetan tersebut dapat berdampak pada terganggunya ekosistem DAS, juga dapat mencemari perairan Cisadane.

“Saluran itu diduga kuat menjadi saluran pembuangan air kotor dari perumahan dan bisa berdampak kepada peningkatan volume air sungai cisadane. harusnya summarecon melakukan pengolahan air limbah itu terlebih dahulu dengan Waste Water Treatment (WWT), setelah itu baru di buang melalui saluran outlet,” tandasnya.

Secara konstruksi, Denny juga mengkhawatirkan proyek tersebut karena dapat mengancam robohnya jembatan pipa gas Cihuni.

” lihat aja tuh mas, udahmah ga ada rambu-rambu kegiatan konstruksi, juga terlalu dekat dengan jembatan jalur pipa gas Cihuni, kalau roboh gimana coba, bahaya itu, ” jelasnya.

Denny juga menambahkan bahwa sodetan sungai cisadane hanya menguntungkan kepentingan sesaat perusahaan property saja,  tidak memberikan perencanaan kawasaan sungai secara komprehensif.

” masyarakat dihilir sungai yang biasa kebanjiran seperti di Panunggangan Barat, mereka gelisah begitu tau ada sodetan sungai Cisadane, ini aksi permulaan saja, bila masih ada aktivitas kegiatan kita akan aksi kembali, termasuk kekantor Summarecon, Kantor Bupati dan BBWSC, ” Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kami belum dapat mengkonfirmasi pihak Summarecon. (red/ayu)