Home Tangerang Kota Warga Terkena Gusur, Erni: Saya dan Keluarga Butuh Tempat Berteduh

Warga Terkena Gusur, Erni: Saya dan Keluarga Butuh Tempat Berteduh

0
SHARE
Warga Kampung Mekarsari, Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas yang terkena Gusur, terpaksa tidur diatas Tempat Pemakaman Umum (TPU). Foto : ahmad

​TangerangPos.com, Kota Tangerang – Penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terhadap masyarakat Mekarsari, tepatnya di RT 02 RW 06, kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang pada Rabu (06/12/2017) yang lalu, membuat masyarakat tidak bisa menerima kenyataan.

Hal ini di katakan oleh Erni Salah satu warga yang tinggal 30 Tahun lamanya di Mekarsari, mempunyai Empat orang anak dan sudah mempunya Satu cucu berumur 1 bulan setengah, yang masih belum bisa menerima kenyataan bahwa rumahnya di bongkar.

“Saya masih belum bisa menerima kenyataan, soalnya saya di perlakukan seperti bukan manusia. Rumah yang saya tinggali di bongkar begitu saja tanpa adanya penggantian.

Mangkanya saya tidur bersama keluarga dan cucu saya di kuburan yang letaknya bersebelahan dengan rumah saya yang baru di gusur. Karena saya masih belum bisa menerima kenyataan,” ungkapnya Kamis (07/12/2017).

Erni beserta keluarga dan menantunya tidur di atas kuburan yang lokasinya bersebelahan dengan rumahnya, yang habis di bongkar oleh pemerintah itu karena tidak sanggup menyewa kontrakan dan masih enggan untuk pindah dari asalnya.

 

“Saya, suami saya, anak saya beserta menantu saya asli warga sini dan tinggal di Kota Tangerang. Anak saya 4 orang yang sudah berkeluarga ada 2 dan 2 lainnya masih sekolah, yang 1 tinggal bersebelahan dengan saya malahan. Karena adanya pembongkaran jadi kena semua dan tidur di kuburan bareng saya. Saya ga sanggup untuk menyewa kontrakan jadi saya pilih tidur di sini dengan harapan pemerintah memerhatikan kita,” tambahnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa dirinya berharap kepada siapapun yang melakukan pembongkaran ini, mau dari pihak pemerintah ataupun dari pihak palem semi untuk  berbelas kasih kepada masyarakat dan dapat menggantikan kerugian yang di alami oleh masyarakat sekitar.

“Harapan saya gaminta apa apa, hanya minta tempat untuk saya bisa berteduh dari hujan dan panasnya matahari. Karena kalo saya di ganti dengan nilai uang pasti habis. Mending saya di beri tempat tinggal yang baru gausah bagus bagus, gubug juga saya terima karena itu bisa berkelanjutan untuk nanti anak dan cucu saya,”pungkasnya. (mad)