Home Artikel Ade Yunus: Hari Menanam Pohon Bukan Sekedar Ceremonial Belaka

Ade Yunus: Hari Menanam Pohon Bukan Sekedar Ceremonial Belaka

0
SHARE
Salah Satu Spanduk pada Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) tingkat Kota Tangerang. Foto : ist

“Biasanya kita setiap tahun melihat lepas hari menanam pohon Indonesia ditanam 1 miliar pohon, di daerah 1 juta pohon. Bertahun-tahun anggaran habis. Kalau saya tanya pohonnya ada di mana? Mana yang sudah hijau? Ada yang berani menunjukkan kepada saya?, Bibit 30-40 cm dipaksa tanam di lapangan tidak ada biaya pemeliharaaan mana bisa hidup? Bener gak?” (Presiden Jokowi – Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu, (9/12)

Berdasarkan keputusan presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 telah ditetapkan bahwa tanggal 28 Nopember sebagi Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai bulan Menanam Nasional. Pencanangannya telah dilakukan oleh Presiden di Pusat Penelitian Limnologi, Cibinong Science Center, LIPI, Jalan Raya Bogor KM 46, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 28 Nopember 2008.

Amanat Presiden pada saat pencanangan teresbut antara lain adalah meminta kepada kita semua untuk setiap penduduk minimal menanam satu pohon pada tahun 2009 yang selanjutnya dikenaldengan One Man One Tree (OMOT). 

Upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan Ruang Terbuka Hijau  dilaksanakan setiap tahun secara rutin melalui kegiatan menanam pohon, baik secara keproyekan maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya Ruang Terbuka Hijau.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini diantaranya meningkatkan kuantitas / jumlah dan kualitas tanaman di lokasi Ruang Terbuka Hijau memberikan contoh kepada masyarakat bahwa pemerintah Kota Tangerang tidak hanya memberikan arahan namun secara langsung ikut secara langsung berperan dalam penanaman pohon, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman sebagai bagian dari sikap atau budaya bangsa yang melekat pada kehidupan sehari-hari.

Di kalangan aktifis lingkungan, kata menanam memiliki makna mengubah paradigma merusak menjadi memperbaiki. Di komunitas masyarakat kecil menanam menjadi penguatan dan dukungan akan kebiasaan baik mereka yang diparesiasi lewat program yang menguntungkan bagi mereka.

Orientasi menanam tidaklah buruk. Menanam adalah orientasi mengakhiri kerusakan dan memulai sebuah kebaikan. Niat baik untuk memperbaiki lingkungan telah dituntaskan dengan masuknya bibit tanaman atau pohon ke dalam lubang tanam.

Namun apakah kebaikan itu hanya kita biarkan berakhir dengan membiarkan bibit yang lemah itu merintih karena tak terawat?. Bukankah justru malah kita menyakiti bibit pohon yang ditanam. Bahkan akhirnya kematian adalah nasib yang hampir pasti bagi bibit pohon bila kita mengabaikan perawatannya.

Sungguh mulia orang yang menanam sekaligus merawat kebaikan hingga memiliki manfaat besar bagi manusia. Menanam seratus kebajikan tanpa merawatnya tidak akan banyak berguna dibanding menanam satu atau dua kebajikan namun dirawat dengan penuh cinta, kasih sayang dan keikhlasan.

Selain melalui Gerakan Menanam Pohon, Pemerintah Kota Tangerang juga gencar melaksanakan Sosialisasi gerakan sedekah oksigen yang kegiatannya akan dicanangkan kunjungan ke 300 kampung terkait pembentukan Kampung Iklim Bebas Banjir.

Hari ini, Jum’at (15/12/2017) dalam rangka HMPI dan Bulan Menanam Nasional, Pemerintah Kota Tangerang bersama seluruh stakeholders terkait melakukan kegiatan penanaman pohon.

Namun sungguh disayangkan kegiatan tersebut nampak hanya sekedar ceremonial belaka, yang disuguhkan melalui penanaman secara simbolis saja oleh sejumlah pejabat dilahan yang sangat sempit yang diiringi pemberian piala dan penghargaan diatas sebuah panggung, padahal di Kota Tangerang masih terdapat lahan yang cukup luas untuk ditanami pohon dan berpotensi menjadi Ruang Terbuka Hijau.

Teringat dengan ucapan Bapak Presiden diatas, bahwa penanaman pohon bukanlah sekedar ceremonial belaka http://setkab.go.id/presiden-minta-peringatan-hari-menanam-pohon-bukan-sekadar-seremonial/.

Kedepan diharapkan Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas terkait, dapat memahamai dan memaknai Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional bukan sekedar simbolis dan Ceremonial belaka, namun melakukan aksi nyata dan dapat menggerakan seluruh masyarakat kota Tangerang secara massif dan penuh kesadaran akan pentingnya menanam pohon dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sejuk, dan indah serta dapat mengurangi polusi kota akibat transportasi.

Penulis : Ade Yunus Albarzanji (Pemerhati dan Penggiat Lingkungan Hidup)