Home Nasional Pengajian Bulanan Muhammadiyah Bahas Jerussalem dan Masa Depan Palestina

Pengajian Bulanan Muhammadiyah Bahas Jerussalem dan Masa Depan Palestina

0
SHARE
Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia Mr.Taher Hamad menjadi nara sumber pada pengajian bulanan PP Muhammadiyah (foto: Aries sundoro)

Tangerangpos.com,Jakarta – Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerussalem mendapat reaksi keras dari dunia internasional tak terkecuali Indonesia, PP Muhammadiyah mengadakan Pengajian Bulanan yang diadakan pada, Jum’at (5/1/18) bertempat di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jln. Menteng raya no 62 Jakarta Pusat, dengan tema “Masalah Jerussalem dan Masa Depan Palestina”.

Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut, Dr. A.M. Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri RI), Mr. Taher Hamad (Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia),H.A. Hanafi Rais (Komisi 1 DPR RI).

Hadir pula Sekjen PP Muhammadiyah, Dr. H.Abdul Mu’ti, M.Ed, beberapa Pimpinan Wilayah, dan kurang lebih 100 jemaah turut hadir membanjiri ruang audotorium KH.Ahmad Dahlan.

Dr. A.M. Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri RI), H.A. Hanafi Rais (Komisi 1 DPR RI),Mr. Taher Hamad (Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia),Sekjen PP Muhammadiyah, Dr. H.Abdul Mu’ti, M.Ed. Foto : Aries Soendoro

Dalam sambutannya Abdul Mu’ti, mengatakan terkait kebijakan Donald Trump tersebut, AS secara politik telah memberikan dukungan kepada israel dan itu bukan semata mata permasalahan politik bangsa Palestina dengan Israel saja melainkan persoalan kemanusian dan kedaulatan.

“Ini bukan hanya sekedar persoalan pilitik saja, melainkan persoalan kemanusiaan dan kedaulatan Palestina, ” tegasnya.

Sementara itu Fachir mengatakan sangat mengapresiasi tema yang diangkat sangat tepat dan relevan, karena masa depan Palestina tergantung Jerussalem, status Jerussalem sudah disyahkan oleh Majelis Umum PBB pada 29 November 1947 dan tahun 1980 secara khusus Dewan Keamanan PBB menegaskan melarang semua negara untuk memindahkan kedutaanya ke Jerussalem.

“Dengan demikian AS telah melanggar norma agama, norma kemanusian, norma keadilan, norma kedaulatan dan norma demokrasi, untuk itu Pemerintah Indonesia mengutuk keras dan mengecam kebijakan AS,” Jelasnya.

Di kesempatan yang sama Wakil Duta Besar Palestina Taher Hamed, dalam sambutan berbahasa Inggris mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Indonesia atas bantuan dan dukungannya bagi rakyat Palestina, Taher mengatakan Palestina harus tetap menjadi milik umat Islam karena disitu terdapat Masjid Al aqso dan sejarah Isro dan Mi’roj.

“1jt orang Palestina pernah masuk penjara, dan 7.000 warga Palestina sampai saat ini masih dipenjara tentara Israel, agar dunia Internasional mengetahuinya, dan segera dapat membebaskan warga Palestina yang masih ditahan tentara Israel,” harapnya.

Dalam sambutan anggota Komisi 1 DPR RI Hanafi Rais mengatakan, apa yang telah disampaikan oleh Wakil Duta Besar tentang kondisi rakyat Palestina sangat memprihatinkan.

“apa betul akan ada masa depan untuk Palestina?…karena keadaan yang begitu tragis, sudah berpuluh puluh tahun berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, permasalahan palestina sebenarnya bukan di Tel aviv atau Ramallah tetapi masalahnya ada di Washington DC, politik suatu negara tergantung dari presiden yang memimpin negara tersebut,” tandasnya. (Aries sundoro)