Home Tangsel STIE Ahmad Dahlan Terapkan Metode Pendidikan Jarak Jauh

STIE Ahmad Dahlan Terapkan Metode Pendidikan Jarak Jauh

0
SHARE
89 Dosen STIE Ahmad Dahlan Serius Mengikuti Pendidikan Jarak Jauh. Foto : Aries Sundoro

Tangerangpos.com,Tangerang Selatan – Diusia 50 tahun Perguruan Tinggi Ahmad Dahlan terus meningkatkan kualitas dan kompetensi dalam menghadapi tantangan era digitalisasi, salah satunya dengan menerapkan metode Pendidikan Jarak Jauh berbasis aplikasi google.

Hal ini disampaikan oleh Ketua STIE Ahmad Dahlan Dr. Mukhaer Pakkana,SE,MM di acara pembukaan training e- learning para dosen STIE Ahmad Dahlan yang diselenggarakan Jum’at (12/1/18), bertempat di gedung Syahrir Nurut lantai 2 kampus STIE Ahmad Dahlan Jl.Ciputat raya Tangerang Selatan.

“Insya Allah semester depan kita akan terapkan sistem e-learning, semester sebelumnya kita juga sudah melakukan ujicoba untuk 1 mata kuliah, memang ada plus minusnya, sistem ini cukup baik karena dosen dan mahasiswa dapat mengakses perkuliahan dimana saja, sehingga tidak perlu datang kekampus, untuk minusnya kita sudah perbaiki sudah tidak ada lagi perkuliahan dihari minggu,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Amrizal SE,MM,P.hd Wakil Ketua 1, menyatakan pelatihan ini untuk memberi bekal kepada 89 dosen yang hadir, sebelum Pendidikan Jarak jauh (PJJ) dimulai, sekaligus mensosialisasikanya.

“kita tetap mengikuti aturan dan ketentuan DIKTI serta arahan dari Kopertis,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia), Budi Djatmiko melalui sambungan selulernya mengatakan, bahwa saat ini Pendidikan mengarah pada digitalisasi berbasis aplikasi, sehingga pemerintah mendorong pembelajaran dengan metode Pendidikan Jarak Jauh.

“kita dorong untuk terus dikembangkan,” tandasnya.

Sementara itu Kabid.Kelembagaan dan Sistem Informasi Kopertis wilayah 3, Budi Heri Pancasilawan melalui pesan singkatnya mengatakan Perguruan Tinggi boleh menerapkan metode Pendidikan Jarak Jauh maksimal 30% dari total SKS, apabila melebihi maka harus ijin Kemenristekdikti terlebih dahulu

“apabila melanggar akan ada sanksi dan punishment sesuai ketentuan UU yang berlaku,” tegasnya. (Aries sundoro)