Home Banten Budi Euy Sedekah Dongeng Keliling di Rengasdengklok

Budi Euy Sedekah Dongeng Keliling di Rengasdengklok

0
SHARE

TangerangPos.com, Karawang – Budi Euy kembali menggelar program Sedekah Dongeng Keliling Nusantara. Kali ini ke Dusun Mekarsari, Kelurahan Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).

“Saya mendongeng di Mushola Al Ikhlas yang sederhana. Anak-anak yang hadir pada saat itu sebanyak 70 orang. Kegiatan ini digagas Pustaka Salimah yang sangat konsen pada gerakan literasi di negeri ini, khususnya di Rengasdengklok dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurut Budi Euy, pemilik nama asli Budi Sabarudin dan juga seorang redaktur ini, ketika membawakan dongeng dirinya seperti bermonolog. Namun demikian tidak menggunakan teori-teori seni akting tertentu seperti para aktor di atas panggung-panggung teater.

“Waktu kecil dulu, saya dan teman-teman sering memainkan atau memperagakan tokoh-tokoh tertentu sambil ngobrol, bermain dan becanda seperti di rumah, sekolah, masjid, dan tempat pengajian. Tradisi di masa kecil dulu itu yang saya gunakan dalam mendongeng sekarang-sekarang ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ketika bercerita di masa kecil dulu itu tidak ada alur ceritanya dan bersifat spontan atau natural. Namun ketika mendogeng sekarang ini ceritanya lebih terpola seperti ada tokoh-tokohnya, jalan ceritanya, dan pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Sebagai Pendongeng Keliling , Budi Euy sebelumnya sudah menjalankan program Sedekah Dongeng Keliling ke Depok, Bogor, Majalaya, Tangerang Raya meliputi Kota dan Kabupaten Tangerang serta Tangerang Selatan di Provinsi Banten.

Budi Euy juga pernah mendongeng di sebuah pulau yang eksotis, yakni di Kampung Lamakera, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digagas Komisi 8 DPR RI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Yanti, Ketua Pustaka Salimah, menjelaskan sengaja mendatangkan Pendongeng Keliling Kang Budi Euy ke Rengasdengklok. Tujuannya sebagai gerakan literasi melalui mendongeng.

“Anak-anak sekarang ini jarang sekali mendengarkan dongeng. Mudah-mudahan setelah kedatangan Kang Budi Euy, anak-anak semangat kembali untuk membaca buku dongeng dan buku lainnya, sehingga gerakan literasi tumbuh di kampung saya,” paparnya.

Budi Euy yang biasa dipanggil Kang Budi ini mengaku, sejak menekuni dunia dongeng, sudah memantapkan diri menyedekahkan dongengan ke berbagai khalayak, seperti ke anak-anak sekolah, panti asuhan, rumah yatim, taman baca masyarakat, pesantren, panti jompo, lembaga pemasyarakatan, dan rumah-rumah.

Kang Budi juga  mengatakan program Sedekah Dongeng Keliling tentu saja  sebagai implemetasi dari apa yang sudah diajarkan atau dicontohkan Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi saat ini.

“Orang bersedekah itu tidak akan kekurangan,  juga tidak akan jatuh miskin, dijauhkan dari api neraka, dan bebas dari siksa kubur. Sedekah juga bisa menjadi penghapus dosa dan

bahkan bisa masuk surga. Insya Allah, amin,” terang Kang Budi.

Ditegaskannya, setelah menjalankan program Sedekah Dongeng Keliling Nusantara ke Jawa Barat dan Provinsi Banten, dirinya akan merancang kegiatan yang sama ke wilayah Jawa Tengah. (*)