Home Banten Event Mobile Legends SMKN 6 Tangerang, Menuai Keritikan Pemerhati Pendidikan

Event Mobile Legends SMKN 6 Tangerang, Menuai Keritikan Pemerhati Pendidikan

0
SHARE

TangerangPos.com, Kota Tangerang – Terkait perlombaan mobile legends goes to school, yang diselenggarakan oleh pihak sekolah SMKN 6 kota Tangerang pada 15 Maret 2018, dengan di sponsori oleh Telkomsel menjadi sorotan pemerhati pendidikan Kota Tangerang, Bambang Kurniawan.

“Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai pendidikan bangsa. Seperti yang tertuang dalam UU Sisdiknas No 20 tahun 2003, kemudian dijelaskan bahwa pendidikan harus mampu membangun peserta didiknya yang mampu memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan dan akhlak mulia, selain juga ditunjang oleh kompetensi skill yang berguna bagi masyarakat,” ujar Bambang Kurniawan.

Bambang menambahkan, berangkat dari konteks makna pendidikan tersebut, maka jelas bahwa pendidikan di Indonesia diarahkan untuk tidak hanya membentuk peserta didiknya mampu memiliki kualitas pengetahuan yang matang, akan tetapi juga kekuatan moral spiritual yang kuat, yang ditunjang oleh kekuatan kultur dan budaya yang matang.

“Saat ini kita sedang dihadapi oleh tantangan besar di era digitalisasi dan tingginya -saya menyebutnya dengan- ICT Attack (information, communication technology attack) atau serbuan teknologi informasi dan komunikasi. Saya tidak menyebut ini sebagai sebuah kendala atau apalagi hambatan, tapi ini adalah challanges atau tantangan bagi kita semua, untuk tetap dapat mengikuti perkembangan zaman akan tetapi tanpa meninggalkan identitas kebangsaan kita,” ungkapnya.

Lanjut Bambang, event kompetisi Game Mobile Legends yang memang saat ini games bergenre MOBA (multipleyer online battle arena) yang di develop oleh korporasi Moonton yg bermarkas di Tiongkok memiliki perdebatan.

“Setidaknya saya termasuk kalangan yang¬† kurang menyetujui jika permainan Games Mobile Legend ini dijadikan arena pertandingan di lingkungan sekolah. Walau bagaimanapun sekolah harus tetap ditempatkan sebagai sebuah institusi yg mendukung idealisme dalam membangun pendidikan karakter bangsa,” terangnya

Dalam hal ini lanjut Bambang, terdapat beberapa alasan yang membuat dirinya tidak setuju dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak OSIS SMKN 6 kota Tangerang tersebut, yaitu diantaranya :

1. Permainan games tidak layak dipertandingkan di sekolah, kecuali event kompetisi pembuatan games, itupun disesuaikan dengan core competency sekolahnya.

2. Karakter Рkarakter l hero yg ada di mobile legend tidak ada yg berkarakteristikan keIndonesiaan, sehingga kita seolah dijauhkan dari  pahlawan nasional kita.

3. Pertandingan lomba games memiliki kecenderungan mendorong siswa untuk focus pada teknik bermain gamesnya dibandingkan proses belajarnya, sehingga kemungkinan dapat mengalihkan konsentrasi siswa pada proses pembelajaran.

4. Kecanduan siswa akan gaming pada sebuah aplikasi games online makin tumbuh pesat, yang justru saat ini “kecanduan” siswa dalam berselancaf di dunia online tengah menjadi keresahan kalangan orang tua siswa, bahwa di Pontianak ada siswa madrasah yang menyiksa gurunya hanya karena siswa tersebut ditegur karena sedang main Mobile Legend di kelasnya di saat proses pembelajaran sedang berlangsung.

Dirinya berharap, hendaknya pihak sekolah dapat melakukan peninjauan ulang lagi terhadap event kompetisi Mobile Legend yang telah dilaksanakan ini. Tukasnya (ga/gor)