Home Banten Andika Hazrumy : Perlu Revitalisasi SMK Sesuai Wilayah

Andika Hazrumy : Perlu Revitalisasi SMK Sesuai Wilayah

0
SHARE
foto. istimewa

TangerangPos.com, Kota Tangerang – Provinsi Banten sebagai provinsi industri membutuhkan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan industri.

Andika Hazrumy, Wakil Gubernur Banten, mengatakan rata-rata SMK yang berada di delapan kabupaten/kota tidak sesuai dengan industri yang ada. Padahal saat ini, Banten adalah wilayah dengan sumbangan sektor industri terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 50%

“Misalnya wilayah Cilegon banyak industri petrokimia dan baja, tetapi SMK yang ada adalah SMK pertanian. Perlu revitalisasi SMK sesuai wilayah,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dalam pembangunan industri, Pemprov Banten telah menyusun Peraturan Daerah tentang Pembangunan Industri Provinsi pada 2017 hingga 2037. Salahsatu kebijakan yang tertuang dalam perda tersebut adalah sentra industri kecil dan menengah (IKM) yang akan memproduksi komponen dan terintegrasi dengan industri besar.

Terkait hal tersebut, Kepala SMKN 3 Kota Tangerang Hj. Endah Resmiati mengaku, pihaknya terus mengupayakan menjadikan perusahaan sebagai mitra dalam melaksanakan program Class Industri guna peningkatan kualitas lulusan menjadi program prioritas SMKN 3 Kota Tangerang.

Ia menuturkan saat ini pihaknya telah menggandeng salahsatu produsen kosmetik ternama untuk menjadikan lulusan SMKN 3 Kota tangerang lebih berkualitas.

Bentuk kerjasama tersebut adalah memberikan kesempatan kepada setiap pelaku industri untuk menciptakan pusat pelatihan di sekolah tersebut.

“Jadi pihak perusahaan bekerjasama dengan kita dengan membuat kayak semacam training centre disekolah ini sehingga kebutuhan akan tenaga ahli di mereka dapat terpenuhi,” kata Endah kepada wartawan selasa (20/3/2018).

Selain menghasilkan tenaga kerja yang handal, melalui Class Industri ia meyakini akan menekan biaya perusahaan dalam perekrutan tenaga ahli.

“Nantinya perusahaan tidak lagi menerapkan atau membangun yang namanya training center atau pelatihan semacamnya, cukup dengan bekerjasama dengan kami, dan kami akan menciptakan tenaga-tenaga ahli yang benar benar mahir dibidangnya,”katanya.

Ia mengaku Kendati telah mendapatkan beberapa mitra dari berbagai perusahaan untuk mewujudkan program tersebut, masih dirasa kurang pasalnya ada beberapa jurusan disekolahnya tersebut yang belum mendapatkan mitra untuk membantu mengembangkan programnya tersebut.

“Untuk jurusan tata rias kita sudah bekerjasama dengan L’Oreal paris, dan untuk Tata boga dan perhotelan kita sudah bekerjasama dengan beberapa hotel ternama diwilayah Banten, tapi kan kita punya beberapa jurusan lagi yang belum bekerjasama dengan pelaku industri misalnya jurusan tehnik komputer jaringan kan belum ada,”jelasnya.

Selain menggandeng industri, Ia mengaku saat ini pihakanya juga terus mengupayakan beberapa fasilitas industri melalui program CSR yang nantinya dapat digunakan para siswanya untuk melakukan praktek langsung disekolahnya tersebut.

“Kita berkoordinasi dengan FORUm TJSL CSR Kota Tangerang untuk dapat mewujudkan beberapa fasilitas yang dibutuhkan anak anak untuk praktek disini,”jelasnya. (Ris/gor)