Home Banten Tb. Abbas Wasse: Darah Dzurriyat Kesultanan Banten Adalah Darah Pejuang

Tb. Abbas Wasse: Darah Dzurriyat Kesultanan Banten Adalah Darah Pejuang

0
SHARE
Ketua Lembaga Pemangku Adat Banten Sekaligus Pembina FDKB, H. Tb. Abbas Wasse dan Ketua FDKB, H. Tb. Imanudin saat Raker II FDKB. Foto : ist

TangerangPos.com, Kota Tangsel – Rapat Kerja II Forum Dzurriyat Kesultanan Banten (FDKB) digelar di Ball Room Maulana Hasanudin Merlyn Hotel Serpong Tangerang Selatan, Sabtu (5/6/2018). Bertemakan “Bangkit, Kompak, Akur, Optimalisasi Potensi Dzurriyat Kesultanan Banten Menuju Indonesia Yang Bermartabat” , dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Tangerang Selatan Azhar Syam’Un mewakili Walikota Tangsel dan Pembina FDKB sekaligus Ketua Lembaga Pemangku Adat Banten H. Tb. Abbas Wasse serta para Tokoh Keturunan Kesultanan Banten, berjalan dengan penuh kekeluargaan dan kekompakan antar sesama keturunan Kesultanan Banten.

Diisi dengan penampilan seni tari budaya, seni bela diri perguruan Paku Banten, juga memperkenalkan senjata andalan dari daerah Betawi.

Ketua Dewan Pimpinan Agung Dzuriat Kesultanan Banten Keturunan Ke-9 dari Sultan Agung Tirtayasa, Tubagus Imanudin menjelaskan tujuan diselenggarakannya Raker FDKB ke II adalah untuk mengoptimalisasikan potensi Dzurriyat Kesultanan Banten menuju Indonesia yang bermartabat.

“Dzurriat Indonesia berkumpul di 15 DPW, beberapa diantaranya Palembang, Manado Sulawesi Utara, Lampung, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Sedangkan potensi Dzurriat sendiri terkait dengan repitalisasi Kesultanan Banten dan pemberdayaan ekonomi kreatif untuk para Dzuriat, untuk mempererat ukhuwah di antara para dzurriat yang ada di seluruh Indonesia dalam rangka mencari database silsilah keturunan Sultan Maulana Hasanudin Banten”, paparnya.

“Dan Raker kali ini sekaligus meresmikan sebuah Ballroom yang diberi nama Maulana Hasanudin, tempat dimana acara ini diselenggarakan”, lanjutnya.

Di tempat yang sama, H. Tubagus Abbas Wasee selaku Ketua Lembaga Pemangku Adat Banten mengatakan, “Hikmah utama acara ini silaturahmi yang semakin kuat. Kita Dzurriat Kesultanan Banten harus membuat sesuatu yang fakta, karena darah Dzurriat Kesultanan Banten itu adalah darah para pejuang bukan pengecut”, tukasnya.

Sementara itu, pemilik Merlyn Hotel Serpong Tangerang Selatan Robert Sirait, merasa bangga dan mengganggap suatu kehormatan besar baginya, dimana hotel miliknya disematkan Nama Besar Tokoh Kesultanan Banten yakni Maulana Hasanudin di salah satu ballroom Lantai UG Merlyn Hotel Serpong Tangerang.

“Bagaimana tidak, selama ini saya sudah melanglang buana khususnya di Banten untuk belajar sejarah. Banten itu luar biasa, banyak sejarah Banten yang kita lewati. Mari kita angkat kearifan lokal karena Sultan Maulana Hasanudin bukan hanya milik Banten melainkan Nasional, dan sudah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional”, ujarnya.

Salah satu peserta Raker ke II FDKB, H. Tubagus Nasrulloh Citra Hasan yang akrab dipanggil Tb. Anas turut mengatakan bahwa, Raker seperti ini harus terus dikembangkan.

“Saya sangat senang sekali acara ini terselenggara yang kedua kalinya. Karena Raker ini merangkul semua elemen dari berbagai kalangan, demi menjaga keutuhan budaya bangsa Indonesia”, ujarnya.

“Banyak orang yang mengaku keturunan Tubagus dan Ratu tanpa bisa menjelaskan silsilah keturunannya, yang akhirnya bisa menurunkan marwah Banten demi kepentingan pribadi”, lanjutnya.

Masih H. Tb. Anas, “Terima kasih kepada Bapak Sirait selaku pemilik hotel. Dia orang Batak, tapi masih bisa berpartisipasi dan membesarkan Banten, kita selaku putra daerah harus bisa”, tutupnya.

H. Tb. Anas sendiri adalah keturunan dari Tubagus Abu Bakar Al Hatta yang meninggal di Pulau Digul Irian Jaya pada masa penjajahan Belanda tempo dulu. (de)