Home Artikel Ade Yunus: Puasa, Pilkada dan Piala Dunia

Ade Yunus: Puasa, Pilkada dan Piala Dunia

0
SHARE
Ade Yunus Albarzanji, Direktur Eksekutif Jaringan Nurani Rakyat (JANUR)

PUASA, PILKADA DAN PIALA DUNIA

Oleh : Ade Yunus Albarzanji )*

Seperti kita ketahui bersama bahwa Bulan Ramadhan merupakan Bulan istimewa dan salah satu nikmat sangat agung yang diberikan kepada umat Islam, selain berlimpah Rahmat, maghfiroh atau ampunan dari Alloh SWT, serta sebagai pembersih diri agar terjauh dari api neraka.

Selain keistimewaan Bulan Ramadhan diatas, secara kebetulan pula tak lama setelah kick-off Piala Dunia 2018 antara Rusia vs Arab Saudi pada 14 Juni, sebanyak 171 daerah di Nusantara dijadwalkan menggelar Pilkada serentak termasuk di Kota Tangerang. Pilkada Kota Tangerang Tahun 2018 hanya berjarak 13 hari setelah Piala Dunia 2018 digelar.

Di bulan Ramadhan setiap diri kita membutuhkan bekal intelektual dan pengetahuan yang cukup untuk bisa menjadi orang yang bershaum sesungguhnya agar bukan sekadar menahan lapar dan haus belaka. Karena itu, latihan mengendalikan emosi dan syahwat harus dimulai sebelum memasuki gerbang Ramadhan. Persiapan fisik yang cukup juga perlu dipersiapkan agar jasad tetap dalam kondisi prima saat menjalani shaum, menyesuaikan pola makan, pola tidur, dan istirahat sesuai bulan Ramadhan juga dapat dipersiapkan sebelumnya. Berolahraga yang cukup dan memilih jenis makanan yang menunjang kesehatan juga menjadi penting.

Setidaknya ada tiga hal yang harus kita persiapkan jelang memasuki bulan suci Ramadhan, Pertama, Persiapan ruhiyah atau mempersiapkan nurani untuk menyambut bulan Ramadhan merupakan persiapan yang sudah seharusnya dipersiapkan. Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan cara tazkiyatun nafs/membersihkan hati dari penyakit-penyakit dalam jiwanya sehingga hati nurani akan bersih dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu ibadah di bulan Ramadhan nantinya. “Dan beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya ” (Asy-Syams:9),

Kedua, Puasa identik dengan ibadah yang memerlukan fisik yang prima. Orang yang fisiknya kuat akan lancar dalam menjalankan puasa. Oleh karen itu, kita perlu mempersiapkan fisik kita untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan lancar walaupun saat bekerja.“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR.Muslim, Baihaki, Ibnu Majah),

Ketiga, Introspeksi Diri dan Recovery Amal dengan Bertaubat, Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Sekedar saling mengatkan, bahwa Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.

Momentum Pilkada Kota Tangerang Tahun 2018 yang bersamaan dengan pelaksanaan Ibadah Shaum di bulan Suci Ramadhan memiliki arti penting dan istimewa bagi rakyat, oleh karena pilkada merupakan “pesta” rakyat untuk terlibat dalam proses demokrasi secara langsung di daerah. Peran rakyat sebagai pemegang kedaulatan sangat efektif karena rakyat menjadi penentu arah demokrasi, mengingat pada ajang ini peran serta kontribusi rakyat secara nyata diperhitungkan.

Masyarakat dengan hak pilihnya terlibat aktif untuk memastikan keberlangsungan kepemimpinan Arief-Sachrudin di Kota Tangerang, sehingga Pilkada pada akhirnya menjadi sistem reguler dalam melahirkan pemimpin di daerah secara periodik.

Untuk mendapatkan Pilkada yang berkualitas di bulan yang istimewa, kita meyakini masyarakat Kota Tangerang senantiasa menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan dengan saling menghargai perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan, penyelenggara Pilkada yang berintegritas, para tokoh yang saling menyejukan, masyarakat yang sudah semakin cerdas dengan  tidaklagi terjebak pada issue/hoax serta masyarakat berintegritas yang sudah tak tertarik lagi pada persoalan pragmatis.

Sepak bola memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mendekat dan menyapa masyarakat dunia dengan informasi yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, Sepak bola memiliki magnet yang sangat kuat untuk menarik masyarakat.

Dalam sepak bola setiap kita punya peran, baik besar atau kecil, yang dapat membantu mewujudkan atmosfir dan budaya olahraga (sepak bola) di tengah-tengah kita, bukan hanya pelaku aktif, baik itu pengurus, pelatih, dan pemain dalam sebuah klub, termasuk kita sebagai penonton.

Kita tahu bersama, yang sangat dijunjung tinggi dalam sepak bola adalah kejujuran dan kedisiplinan, maka wajar tagline FIFA dalam setiap pertandingan adalah Fair Play, Filosofi Fair Play ini tentu seiring dengan ibadah kita di Bulan Ramadhan dengan menjunjung kedisiplinan menjaga hati dan kekhusu’an ibadah, serta dapat disematkan juga pada perhelatan Pilkada Kota Tangerang 2018 dengan saling menghindari gaya sepak bola “tebang kayu”. Bahwa yang ditendang itu adalah bola, bukan kaki apalagi kepala lawan.

Semoga makna ibadah dibulan suci Ramadhan dapat diimpelementasikan dengan saling menahan diri dan saling menghormati perbedaan pilihan pada Pilkada Kota Tangerang 2018, begitupun semangat atmosfer Piala Dunia 2018 juga dapat menghangatkan atmosfer Pilkada Kota Tangerang Tahun 2018 dengan turut berpartisipasi menggunakan hak pilih masyarakat Kota Tangerang dengan datang ke TPS pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

 

)* Penulis adalah Direktur Eksekutif Jaringan Nurani Rakyat (JANUR)